INVESTASI CERDAS

Juni 18, 2008

Bagi Anda pemodal kecil mungkin trading Option akan menjadi pilihan yang lebih ideal untuk mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Namun bagi sebagian orang yang mempunyai modal besar akan berpikir, selain memanfaatkan Option sebagai sarana mendapatkan profit dari jual/beli premi akan lebih baik juga untuk membeli saham dan mendapatkan keuntungan dengan naiknya harga saham. Di bawah ini adalah gambaran modal yang Anda keluarkan untuk bermain saham dan ketika Anda hanya bermain Option saja

Kita asumsikan modal trading Option dengan modal langsung membeli saham

Misal harga saham Microsoft pada saat ini adalah $29.07 /lembar. Kemudian Anda membeli saham sebanyak 100 lembar maka Anda akan mengeluarkan dana sebesar $2.907 atau jika dirupiahkan (1$ = Rp.9.300). Dengan demikian Anda mengeluarkan uang sebesar Rp.27.035.100. Hum Lumayan juga…

Lain halnya jika Anda hanya trading pada Option (jual/beli premi saja) modal sebanyak itu akan terasa sangat lebih dari cukup. Mengapa demikian? Lihat ilustrasi berikut : Klik DISINI

TRADING DENGAN MEMBELI SAHAM

Harga saham terakhir $29.07 berarti Anda harus mengeluarkan uang sebanyak $2.907 untuk 100 lembar saham. Anda membeli saham berarti Anda mengharapkan keuntungan dari naiknya harga saham. Jika saham ternyata malah turun maka otomatis Anda akan mengalami kerugian.

Asumsi harga saham naik.

Mari kita asumsikan jika saham Microsoft dalam satu bulan naik harganya menjadi $30 /lembar. Keuntungan yang akan Anda dapat adalah sebesar $93 (3,2%) dalam satu bulan dari modal total yang Anda keluarkan yaitu $2.907. Lumayan??

Asumsi jika harga saham turun

Anda akan mengalami kerugian Unlimited ketika harga saham jatuh.

TRADING DENGAN JUAL/BELI PREMI PADA OPTION

Jika Anda meprekdisikan saham Microsoft akan naik ke $30 pada satu bulan ke depan, Anda bisa membeli Option Call pada Strike Price 29 seharga $0.58 /kontrak. Jika Anda membeli hanya satu kontrak maka modal yang akan Anda keluarkan adalah sebesar $58 (0.58 x 100 saham).

Asumsi jika saham naik.

Jika ternyata saham naik ke $30 dalam waktu satu bulan maka premi juga ikut naik. Kita ilustrasikan premi naik ke $1.07 (saya ambil contoh harga ini dari Strike Price 28 pada chart di atas).

Moda awal Anda untuk membeli premi Option adalah sebesar $58, sekarang harga sudah menjadi $107. artinya keuntungan Anda adalah sebesar 85%. Bagus??

Asumsi jika saham turun

Jika ternyata harga saham Microsoft dalam satu bulan setelah penutupan kontrak malah turun dan nilai premi Anda menjadi 0, Anda hanya akan kehilangan uang sebesar $58. Sedikit??

Ya, itulah salah satu kelebihan trading Option dibanding dengan bisnis yang lain. Dan inilah yang akan kita lakukan untuk mendapatkan profit tanpa perlu membeli sahamnya. Modal kecil tapi punya potensi keuntungan tanpa batas.

Trading Option adalah sarana investasi yang mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan sarana investasi yang lain karena kontrak Option memberi kefleksibelan terhadap modal yang akan Anda tanamkan.

Option memberikan kesempatan kepada investor modal kecil untuk bisa menghasilkan keuntungan Unlimited. Mengapa demikian? Karena trading Option menyediakan Leverage (Daya Ungkit).

Pada gambar di atas beragam premi Option ditawarkan dari mulai $0.01 sampai dengan $11.00 itu artinya Anda bisa memilih harga sesuai dengan modal yang Anda miliki. Fleksibel?

Jika Anda memilih harga terkecil yaitu $0.01 Anda hanya akan mengeluarkan dana sebesar $1 untuk mengontrol saham sebanyak 100 lembar, karena satu kontrak Option di pasar Amerika mempunyai kwantitas sebanyak 100 lembar saham. Di Australia, satu kontrak Option memiliki kwantitas sebanyak 1,000 lembar saham.

Dengan adanya Leverage, dana yang relatif kecil dapat mengontrol jumlah nilai saham yang begitu banyak. Pada kasus di atas $1 bisa mengontrol 100 lembar saham. Bukankah ini merupakan suatu kelebihan yang luar biasa dibanding bisnis lain?

Trading Option dapat memberikan keuntungan yang luar biasa besar dalam waktu singkat karena adanya Leverage, namun ia juga bisa sangat berbahaya bagi trader yang belum berpengalaman.

Pada saat ini banyak sekali pelatihan, seminar, workshop dan lain-lain yang menawarkan jasa untuk mengajarkan bagaimana cara meraih profit dari trading Option. Namun tak bisa dipungkiri bahwa biaya workshop itu memaksa kita untuk merogoh kocek terlalu dalam. Bagaimana tidak? Biaya workshop tersebut mencapai jutaan bahkan puluhan juta! Mungkin biaya ini tidak menjadi masalah ketika kita berhitung bahwa biaya yang telah kita keluarkan untuk membayar workshop akan dapat segera kembali dengan profit kita nanti ketika kita sudah menjalankan bisnis investasi Option ini. Namun ada sebuah pertanyaan yang harus dijawab, Apakah ada jaminan setelah kita mengikuti workshop tersebut akan mendapat keuntungan yang diharapkan? Jawabnya, BELUM TENTU! Malah banyak dari mereka yang mengalami kerugian.

Mengapa ini bisa terjadi? Jawabnya bisa beragam. Mungkin karena sang trader pemula itu tidak sabar setelah mendapatkan ilmu yang baru dikenalnya dan langsung menerapkan dengan menggunakan uang mereka tanpa latihan yang mendalam. Mungkin juga disebabkan karena kualitas workshop tersebut yang cara penyampaiannya kurang lengkap dan separoh-separoh dalam memberikan “ilmu”nya karena ada maksud lain, Misalnya karena nanti sang master akan menjual hasil prediksinya kepada para alumni dengan membayar sejumlah uang yang juga tidak sedikit? Ironis!

Well, terlepas dari itu semua tujuan e-Book ini adalah untuk mengenalkan sejak dini tentang Option dan bagaimana tingkahlakunya. Dengan mengetahui terlebih dahulu apa yang akan kita lakukan diharapkan kita dapat menghasilkan keuntungan maksimal sekaligus bisa memninimalkan kerugian.

BAB 1

Berisi pengetian dasar Option Silahkan DOWNLOAD

Ini adalah pengertian dasar tentang Option. Anda harus paham apa itu Option sebelum Anda melakukan trading ini

BAB 2

Berisi bahasan tentan Option Pricing. Pada bab ini akan dibahas bagaimana cara menghitung harga Option. Silahkan DOWNLOAD

Harga pada Option bisa diprediksi dengan menggunakan perhitungan khusus. Perhitungan ini sangat penting karena akan bisa memperkirakan apakah posisi Anda nanti bisa profit atau tidak.

BAB 3

Berisi Strategi Option yang digunakan untuk meminimalisir kerugian sekaligus bagaimana cara mendapatkan profit Silahkan DOWNLOAD

Strategi Option sangat banyak jumlahnya. Anda harus bisa memahami strategi-strategi ini untuk bisa meminimalkan resiko dan mendatangkan profit. Ada 31 strategi yang ada di Option kuasai strategi ini agar Anda sukses trading Option.

BAB 4

Cara membuka Account di OptionsXpress. DOWNLOAD

Bab ini membahas cara membuka Account di OptionsXpress, yang akan menentukan level trading Anda. Apakah Anda hanya bisa membeli saham saja? Hanya bisa berinvestasi di reksadana saja? Atau Anda bisa menggunakan strategi yang lebih tinggi

BAB 5

Praktek pada virtual trading. DOWNLOAD

Sering melakukan praktek dengan fasilitas virtual trading (Live Market Fake Money) akan membantu Anda untuk dapat memahami lebih dalam tentang perilaku Option. Dalam bahasan ini Anda akan ditunjukkan cara melakukan trading Option dan strateginya. Paham cara mengoperasikan transaksi mendatangkan manfaat terhadap profit Anda.

BAB 6

Persiapan trading yang harus dimiliki sebelum terjun menggunakan Real Money. DOWNLOAD

Ini adalah tips sebelum Anda memulai trading Option dengan menggunakan uang dari kantong Anda. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi selama berbulan-bulan mengamati pergerakan pasar. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahuinya karena bisa menjadi pertimbangan dalam bertrading.

Note.

BAB 1 – 3 ( USD $18 )

BAB 4 – 6 ( USD $36 )

Jika Anda membeli BAB 1 – 6 hanya sebesar (USD $45)

e-Book ini terlalu murah atau setara dengan Workshop yang pernah saya ikuti yang dipatok biayanya di atas Rp.3,5jt.

Untuk pemesanan kirim e-mail ke adhyka_sp@yahoo.com

Pembayaran bisa dilakukan dengan Liberty Reserve

Account Number : U9735699

Account Name : RevoLusi

Jika Anda belum mempunyai Account di Liberty Reserve silahkan Klik di bawah ini

Dan panduan cara membuat Account di Liberty Reserve silahkan KLIK DISINI

Untuk pembayaran melalui Bank Mandiri silahkan hubungi melalui E-Mail

Reksa Dana (Mutual Fund)

Mei 13, 2008

Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama), dan investasi ini dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Perusahaan manajemen investasi adalah perusahaan yang kerjanya mengelola investasi nasabahnya.

Sebagai contoh, ada investor A, B, C, D, dan E masing-masing memiliki uang berbeda-beda dan memutuskan untuk melakukan investasi secara bersama-sama. Di sini, mereka bisa menggabungkan semua uang yang mereka miliki untuk diserahkan pengelolaan investasinya pada sebuah perusahaan manajemen investasi.

Nantinya, apabila investasi itu memberikan keuntungan, katakan sebesar 15% dalam setahun, maka masing-masing dari investor tersebut akan mendapatkan keuntungan yang besarnya sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan. Tapi bila investasi itu merugi, tentu saja masing-masing dari mereka juga akan merugi sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan tadi.

Nah, bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama) di mana pengelolaan investasinya diserahkan kepada sebuah perusahaan manajemen investasi inilah yang disebut dengan nama investasi Reksa Dana. Perusahaan Manajemen Investasi (selanjutnya kita sebut saja Manajer Investasi) inilah yang lalu akan melakukan investasi ke berbagai macam produk investasi seperti saham, deposito, surat utang, dan lain sebagainya. Reksa Dana sebetulnya merupakan cara yang baik untuk melakukan investasi, karena investasi Anda dikelola oleh tim pengelola investasi yang memang cakap dan (biasanya) berpengalaman.

Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?

Dalam prakteknya, Manajer investasi tidak menunggu investor untuk memasukkan uang lebih dulu sebelum mereka membeli produk investasi, tapi dibalik. Mereka beli dulu produk-produk investasinya, baru kemudian investasi itu dijajakan kepada investor.

Bagaimana caranya? Oke, pertama-tama, manajer investasi (yang menerbitkan Reksa Dana) akan mengundang sejumlah pihak untuk menjadi sponsor/promotor (penyandang dana). Dari sponsor inilah akan didapat dana yang cukup besar, yang akan dialokasikan ke sejumlah produk investasi.

Untuk contoh, kita misalkan saja total dana yang didapat dari sponsor adalah Rp 1 triliun. Dana sebesar itu, oleh Perusahaan Reksa Dana (melalui tim pengelola investasi-nya) akan dibelikan sejumlah investasi, seperti dibelikan sejumlah deposito di berbagai bank, dengan jangka waktu satu bulan.

Setelah itu, Perusahaan Reksa Dana akan membagi investasi tersebut ke dalam pecahan-pecahan kecil, yang disebut dengan nama Unit Penyertaan (UP), dimana masing-masing UP akan bernilai Rp 1.000. Sehingga dari total investasi senilai Rp 1 triliun seperti dicontohkan diatas akan didapat UP sebanyak Rp 1 triliun : Rp 1.000 = 1 miliar UP.

Nah, UP inilah yang akan diterbitkan dan dijual ke masyarakat. Dengan demikian, investasi yang dilakukan oleh investor adalah dengan cara membeli UP itu. Untuk menyeragamkan, maka UP Reksa Dana pada awalnya selalu dijual dengan harga awal Rp 1.000. Dalam hal ini, harga atau nilai UP tersebut disebut juga dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Jumlah UP yang dibeli investor berbeda-beda, ada yang hanya membeli 100 UP, tetapi ada juga yang membeli 1.000, 5.000, atau bahkan 10.000 UP. Semua itu tergantung dana masing-masing investor. Selain itu, investor juga harus membayar komisi untuk Perusahaan Reksa Dana, yang biasanya maksimal sekitar 0,75% sampai dengan 3% dari total investasi Anda. Sebagai contoh, bila Anda membeli 1.000 UP dengan harga total Rp 1.000.000, maka Anda harus menambahkan sekitar Rp 7.500 sampai Rp 30.000 untuk komisi manajer investasi.

Dalam dunia reksa dana, komisi untuk manajer investasi ini sering disebut dengan nama “biaya penjualan”. Ini karena komisi tersebut harus Anda bayar pada saat Anda membeli UP yang dijual itu.

Selanjutnya, karena reksa dana diatas dialokasikan ke dalam Deposito Berjangka 1 bulan, maka tentunya setelah 1 bulan, akan ada bunga deposito yang didapat, sehingga akibatnya NAB dari UP Anda akan naik. Dalam contoh di atas, kita misalkan bahwa masing-masing deposito akan memberi bunga yang sama (meski kenyataannya akan berbeda-beda)

Menurut contoh tersebut, nilai UP yang tadinya dibeli seharga Rp 1.000, setelah satu bulan telah naik menjadi Rp 1.010. Ini berarti, dalam 1 bulan, si pemilik UP (investor) telah mendapatkan kenaikan NAB sebesar 1% per bulan.

Dalam kenyataannya, perubahan NAB suatu reksa dana sangat bergantung pada instrumen investasi yang dipilih tim pengelola investasi. Apabila mereka memilih instrumen deposito sebagai produk investasinya, maka NAB reksa dananya akan terus naik dan tidak mungkin mengalami penurunan. Ini karena sifat deposito yang pasti memberikan keuntungan berupa bunga, sehingga akan terus menambah nilai aset reksa dana.

Tapi ada juga reksa dana yang khusus berinvestasi ke dalam saham. Saham, tidak seperti deposito, memiliki kemungkinan keuntungan yang tidak pasti sifatnya. Bisa naik, bisa pula turun. Karena itu, nilai UP pada reksa dana saham memiliki kemungkinan untuk naik dan juga untuk turun. UP yang tadinya Anda beli seharga Rp 1.000, misalnya, bisa saja jadi Rp 900 pada satu bulan kemudian karena saham-saham yang dipilih oleh manajer investasi turun nilainya. Di sisi lain, bila nilai saham naik, besar kenaikan tersebut bisa lebih besar daripada deposito. Itulah sebabnya, reksa dana jenis ini disebut dengan nama reksa dana growth income.

Reksa dana lainnya ada yang berinvestasi ke dalam obligasi (surat hutang), dan ada juga yang berinvestasi ke dalam kombinasi dari dua atau lebih instrumen investasi, semisal gabungan saham dan obligasi, atau obligasi dan deposito.

Jadi, sebelum membeli reksa dana, tanyalah pada si penjual reksa dana atau bacalah terlebih dahulu prospektusnya (penjelasannya) sehingga Anda tahu reksa dana jenis apakah yang akan Anda beli. Apakah itu reksa dana yang mengalokasikan investasinya pada saham, obligasi, deposito, atau kombinasi antara dua atau tiga instrumen investasi.

Menjual Kembali Reksa Dana Yang Telah Anda Miliki

Setelah beberapa waktu, Anda bisa menjual kembali UP yang Anda miliki kepada perusahaan reksa dana Anda. Jenis reksa dana di mana Anda bisa menjual kembali UP Anda kepada perusahaan penerbitnya disebut dengan nama Reksa Dana Terbuka (open end mutual fund). Lawan dari Reksa Dana Terbuka adalah Reksa Dana Tertutup (closed end mutual fund). Reksa Dana Tertutup adalah jenis reksa dana di mana Anda tidak bisa menjual UP yang Anda miliki kepada penerbitnya, tapi Anda hanya bisa menjualnya kepada investor yang lain, dan penjualan tersebut harus dilakukan lewat bursa.

Untuk Reksa Dana Terbuka, bila sewaktu-waktu Anda ingin menjual UP Anda, maka Anda bisa menjualnya kembali kepada penerbit reksa dana Anda, dan perusahaan reksa dana dilarang untuk menolak penjualan kembali UP dari nasabahnya. Ini tentunya akan menguntungkan Anda.

Sebaliknya, pada Reksa Dana Tertutup, proses penjualan kembali sering mengalami hambatan karena tidak selalu ada investor yang mau membeli UP Reksa Dana Anda. Jadi dengan kata lain, UP dari Reksa Dana Terbuka lebih likuid dari UP pada Reksa Dana Tertutup.

source: Majalah NOVA


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.